George berhenti di sisi rel mati ditemani anjingnya. Tiba-tiba terdengar suara mesin bergemuruh. Seperti suara kereta! Bukankahn pertambangan itu sudah lama ditingalkan? Suara itu terdengar semakin keras. Tiba-tiba dia menggigil takut. Anjingnya juga tidak kalah gelisah, ekornya dikibarkan ke kiri-kanan tidak menentu. George memeluk anjing itu, mencoba membuatnya tenang.
Dari perut kegelapan terowongan tambang yang sudah ditinggalkan itu mendadak muncul bayangan besar. Suaranya bergemuruh disertai decitan keras. Bayangan itu meluncur cepat, melewati rel didekat George. Dia melompat ke semak-semak dengan ketakutan. Kereta api hantu! desisnya.
Itu cerita misteri pertama yang kubaca. Saat itu itu aku menjalani sekolah dasar di sebuah kampung terpencil di tanah kelahiranku. Kampungku terletak kurang lebih limapuluh kilometer di selatan kota dingin Malang. Nama kampungku tidak tercetak di peta nasional. Dia ada tapi tidak ada. Kampungku merupakan tempat pemberhentian terakhir. Stamplat terakhir. Angkutan pedesaan terdiam letih begitu mencapai stamplat di depan pasar kampungku, setelah itu entah. Tidak ada perjalanan berikutnya. Tidak banyak angkutan pedesaan yang bisa mencapai kampung yang berada di pinggir peradapan itu, jadi jangan terlalu sore, lewat jam lima,aku jamin, anda tidak akan bisa mencapai kampung itu.
Aku heran kenapa bisa menemukan cerita lima sekawan di perpustakaan sd yang jauh dari peradapan itu. Koleksi buku perpustakaannya hanya satu lemari saja. Semua berisi Budi dan Wati lagi ke pasar, atau sedang membantu ibu. Pernah juga aku membaca Pangeran Kecil terbitan Balai Pustaka. Aku suka cerita seorang anak yang menghuni planet kecil sendiri. Dan baru bertahun-tahun kemudian aku menyadari, betapa luar biasanya cerita itu.
Semalaman aku lembur membaca Kereta Api Hantu dan menggembalikannya keesokan harinya dengan harapan menemukan buku yang lain, tapi tak ada. Aneh sekali, hanya ada satu buku lima sekawan di sebuah lemari perpustakaan sd terpencil! Aku kecewa banget. Tapi aku jatuh cinta dengan buku cerita detektif seperti itu. Cerita yang selalu membikin penasaran pembaca dan membuatnya sulit berhenti sebelum selesai.
Beberapa tahun kemudian, saat aku meninggalkan tanah leluhurku, untuk menuntut ilmu di sma yang lebih dekat dengan kota, di sma Kepanjen, di hari pertama aku masuk ke perpustakaan, aku menemukan deretan buku Enyd Bliton lengkap tertata rapi di rak. Ada serial lima sekawan lengkap, ada Pasukan Mau Tahu yang dikomandio Fatty, ada juga Kau Bisa Pilih Petualanganmu sendiri. Di tempat itu, aku juga menemukan Alfred Hitcock dengan Trio Detektif dengan si cerdas Jupiter Jones-nya. Selamat datang di dunia misteri! Sorakku dalam hati. Saat aku menyusuri deretan buku-buku itu, aku melihat sebuah buku yang sangat kukenal di masa lalu, Kereta Api Hantu! Aku mengambilnya, memandangi sampul covernya yang sedikit lusu berlama-lama, jemariku meraba covernya lembut, seperti meraba wajah sang kekasih hati. Gila! Mendadak aku tertawa keras. Deretan buku dalam perpustakaan seolah ikut berderak-derak tertawa.
Kemudian Rak buku itu menjadi tempat favoritku, rak pertama yang kusentuh sebelum melanjutkan petualangan ke rak-rak yang lain. Menurutku, pintar sekali orang yang menulis cerita detektif. Dia bisa memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya dan menjadikannya sebagai petunjuk. Setiap benda, setiap mahluk yang ada di lokasi kejadian punya sejarah sendiri-sendiri. Sejarah benda-benda, sejarah personal itu saling berkait-berkelindan yang akan mengantarkan pada sirkuit besar peristiwa. Siapa aktor-aktor yang terlibat menjadi jelas? petunjuk yang ada mengarah kemana? apa motif dari pelaku melakukan itu? Seorang penulis cerita detektif adalah penulis yang tahu benar peta persoalan. Dia tahu bagaimana harus memainkan alur cerita, dia juga sangat lihai memanfaatkan sejarah benda-benda, dia juga pinter membangun karakter tokohnya. Pembaca sering tidak bisa menebak, benda apa yang menjadi kunci pembuka misteri, bahkan pembaca seringkali tidak tahu, siapa pelaku sesungguhnya sebelum sampai di halaman akhir.
Sampai seusiaku sekarang, aku tidak pernah menemukan penulis cerita detektif di negeri ini yang sehebat Enyd Bliton atau Alfred Hitcock. Entah nanti……..
Lima sekawan, hmm.. george(georgina yg lebih suka dipanggil goerge), dick, julian, anne?
bener yg itu? kalo mrk aku juga suka,…
slm kenal
salam kenal balik. ya, lima sekawan pengalaman mendebarkan di masa kanak-kanak